Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

142 views

Keinginan memiliki keturunan bisa saja terhambat apabila sperma pria kurang berkualitas. Ada banyak faktor pendukung hal tersebut, mulai dari membiasakan hidup sehat hingga menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi minuman keras.

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Sperma terkandung dalam air mani pria yang berfungsi sebagai kendaraan sperma ke saluran reproduksi wanita. Air mani yang dikeluarkan saat pria ejakulasi, berupa cairan berwarna putih ataupun abu-abu dengan jumlah normal sekitar 2 mililiter. Selain sperma, air mani mengandung sekresi berupa lendir dari kelenjar organ reproduksi pria.

Meningkatkan Kualitas Sperma

Untuk menjaga kualitas sperma sehat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Mengonsumsi pola makan sehat dan menjaga berat badan ideal. Beberapa jenis makanan dapat menambah kualitas sperma, misalnya berbagai sayur dan buah. Penambahan berat badan dikaitkan dengan penurunan jumlah dan gerakan sperma.
  2. Cegah infeksi menular seksual. Gunakan kondom saat berhubungan seksual dan hindari kebiasaan berganti-ganti pasangan. Beberapa jenis infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria.
  3. Kelola stres dan berolahraga. Kondisi tubuh yang mengalami stres berlebihan dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang memproduksi sperma. Lakukan olahraga untuk meningkatkan tingkat enzim antioksidan tubuh yang dapat melindungi sperma.
  4. Berhenti merokok. Pria yang merokok kemungkinan mengalami penurunan jumlah sperma, sekaligus mengurangi kemampuan gerak sperma.
  5. Batasi asupan alkohol. Efek dari alkohol hampir sama dengan rokok pada sperma pria, ditambah dengan meningkatkan sperma dengan struktur abnormal. Selain itu, asupan ini dapat mengganggu penyerapan mineral zinc yang sangat penting untuk kesuburan pria.

Menjaga fungsi organ reproduksi pria sangatlah penting. Terapkan pola hidup sehat dan jauhi hubungan seksual yang berisiko. Konsultasikan dengan dokter jika merasa gejala abnormal pada organ reproduksi ataupun gangguan kesuburan.

Penulis: 
    author
    No related post!